Shalatlah Dalam Kondisi Apapun !!
🔃Ada banyak dari kita karena alasan sibuk kerja, sibuk sebagai pengusaha kaya raya, sibuk dengan segala aktivitasnya yang terkadang begitu padatnya waktu terutama meeting, apalagi bertepatan dengan waktu shalat, padahal meeting tersebut nilainya milyaran, sehingga shalat dipinggirkan atau diabaikan atau ditunda waktunya.
Kalo orang bertanya, bisakah shalat tepat waktu?
Jawabannya, "Mana mungkin ada waktu lagi untuk shalat on time."
☑ Maka Allah memberikan contoh pada kita dan mematahkan alasan terrsebut.
Yaitu " Nabi Sulaiman alaihissalam, Raja Kaya Raya, Cerdas dan Rajin Ibadah
Nabi Sulaiman alaihissalam adalah pribadi yang selalu rendah hati, peduli dengan siapapun yang ada di sekitarnya dan beliau juga taat beribadah hanya pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Inilah Seorang Nabi dan Raja walau sesibuk apapun selalu menempatkan ibadah yang paling utama.
❗Kalo kita mengatakan super sibuk dan kaya raya sehingga lupa atau menunda atau lalai beribadah dengan Allah... Memangnya siapa kita?
🔃Ada juga sebagian dari kita yang karena sakit atau tidak mampu melakukan sehingga tidak melakukan ibadah shalat
Kalau orang bertanya, bisakah shalat tepat waktu?
Jawabannya, "Mana mungkin bisa untuk shalat on time, sedangkan lagi posisi sakit atau sakit berat."
☑ Maka Allah memberikan contoh pada kita dan mematahkan alasan terrsebut.
Yaitu Nabi Aiyyub alaihissalam
Dulunya Nabi Ayyub alaihissalam terkenal sangat kaya dengan harta yang berlimpah ruah. Beliau adalah orang yang rajin bersyukur atas nikmat Allah dengan menunaikan hak Allah.
Nabi Ayyub diuji penyakit yang menimpa badannya, juga mengalami musibah yang menimpa harta dan anaknya, semua pada sirna. Ia pun terkena penyakit kulit, yaitu judzam (kusta atau lepra). Yang selamat pada dirinya hanyalah hati dan lisan yang beliau gunakan untuk banyak berdzikir pada Allah sehingga dirinya terus terjaga.
❗Kalo kita mengatakan sakit sehingga lupa atau menunda atau lalai beribadah dengan Allah... Memangnya siapa kita?
🔃Ada juga sebagian dari kita yang karena kemiskinan atau kurang mampu secara harta sehingga tidak melakukan ibadah shalat.
Kalau orang bertanya, bisakah shalat tepat waktu?
Jawabannya: "Mana mungkin bisa untuk shalat on time sedangkan waktu habis untuk cari makan dan sesuap nasi, gimana mau ibadah hidup juga gini-gini aja."
☑ Maka Allah memberikan contoh pada kita dan mematahkan alasan tersebut. Yaitu Nabi Isa alaihissalam
Seberapa miskin Nabi Isa alaihissalam ?
Beliau punya baju (jubah) cuma 1. Dipake selama 20 tahun. Setelah 20 tahun baru ganti baju lain.
Jubah beliau 2 lapis, luar dan dalam. Kalau yang luar dicuci, beliau hanya pakai yang dalam. Kalau yang dalam dicuci, beliau pakai yang luar. Cuci seminggu sekali.
Beliau punya rumah?
Nggak ada. Kemana beliau pergi, di mana ada gua, di situ beliau bermalam.
Beliau punya 1 sisir. Dipakai seumur hidup. Itu pun bekas dibuang orang kaya.
Beliau punya gelas/mangkok 1. Beliau pakai seumur hidup. Itu pun bekas dibuang orang kaya.
Lain waktu kita ngeluh soal duit, ingat Nabi Isa lebih miskin. Tapi tidak 1 detik pun beliau tidak lupa sama Allah. Selalu rajin beribadah.
❗Kalo kita mengatakan karena miskin dan serba kekurangan sehingga lupa atau menunda atau lalai beribadah dengan Allah... Memangnya siapa kita?
🔃Ada juga sebagian dari kita yang karena bekerja terutama sebagai staf atau ikut dengan orang sehingga tidak melakukan ibadah shalat.
Kalau orang bertanya, bisakah shalat tepat waktu?
Jawabannya: "Mana mungkin bisa untuk shalat on time sedangkan kita saja bekerja dengan orang lain."
☑ Maka Allah memberikan contoh pada kita dan mematahkan alasan tersebut. Yaitu Nabi Yusuf alaihissalam
Nabi Yusuf alaihissalam bekerja sebagai staf pada seorang menteri di negeri Mesir yang bernama Qitfir Al Aziz.
Nabi Yusuf tinggal di rumah Qitfir dan istrinya yang bernama Zulaikha. Yusuf bekerja dengan baik, cekatan, dan jujur. Oleh karena itu, ia diperlakukan sangat baik. Bertahun-tahun, Yusuf tinggal di rumah tersebut. Walau bekerja ditempat orang Nabi Yusuf selalu rajin beribadah.
Kemudian Raja mengangkat Nabi Yusuf alaihissalam yaitu sebagai bendaharawan negara.
Sesibuk apapun ibadah yang paling utama adalah beribadah.
❗Kalo kita mengatakan, karena sibuk bekerja sehingga lupa atau menunda atau lalai beribadah dengan Allah... Memangnya siapa kita?
Sekarang bagaimana pilihan kita? Mengejar kemewahan dunia ataukah bekerja hanya sekedar untuk hidup di dunia, yang intinya menuju negeri Akhirat?
Meremehkan/meninggalkan shalat fardhu berjamaah dengan alasan masih bekerja demi profesionalisme?
Ataukah hanya ke Masjid saja dengan meninggalkan bekerja mencari Nafkah?
Ataukah bekerja mencari nafkah namun minimal tetap menjaga shalat fardhu berjamaah di Masjid?
Semua pilihan adalah tergantung Anda, karena hanya Anda yang bertanggung-jawab kelak di hadapan Allah ...
❗❗❗Ingat... Amal yang pertama kali dihisab di hari Kiamat adalah SHALAT. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah Radhiallahu anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu
ia berkata,
“Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya amal yang seorang hamba yang pertama kali dihisab di hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya bagus, maka ia menang dan sukses. Dan jika shalatnya rusak, maka ia menyesal dan rugi. Maka jika ada yang kurang dari shalat fardunya, Tuhan Azza Wa jalla berfirman, “Lihatlah kalian, apakah hambaKu mempunyai (amal) shalat sunnah, maka itulah yang dapat menyempurnakan kekurangan fardhunya, kemudian semua amalnya (juga) seperti itu.”
(HR. At-Timidzi).
Wallahu a'lam bish-shawab.
Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua...!!
Salam Rezeki Berlimpah
Anaz Almansour
Founder Rezeki Healing
Photo : muslim obsession

Komentar
Posting Komentar