Wanita Adalah Karunia, Muliakanlah Dia
Rasulullah Saw bersabda :
* اِسْتَوْصُوا
بِالنِّسَاءِ خَيْرًا*
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik
kepada para wanita.”
(HR. Muslim No. 3729)
PELAJARAN YG TERDAPAT DLM HADITS :
1. Rasulullah Saw sering sekali mengingatkan kepada ummatnya, agar
ummat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita, salah satu sabdanya :
خَيْرُكُمْ
خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ
لأَهْلِى
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik
terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR. Tirmidzi, dalam Ash-Shahihah No. 285)
2. Wanita adalah karunia, bukan musibah. Semasa zaman jahiliyah, orang
memandang wanita sebagai musibah, setelah datang Islam, pandangan berubah,
bahwa wanita adalah karunia Allah SWT.
Bersamanya kaum laki-laki akan mendapat ketenangan lahir maupun
batinnya. Darinya akan muncul energi positif yang sangat bermanfaat berupa rasa
cinta, kasih sayang dan motivasi hidup. Laki-laki dan wanita menjadi satu
kesatuan dalam bingkai rumah tangga. Kedunya saling membantu dalam mewujudkan
hidup yang nyaman dan penuh kebahagian, mendidik dan membimbing generasi
manusia yang akan datang.
3. Sebagaimana laki-laki, hak-hak wanita juga terjamin dalam Islam.
Pada dasarnya, segala yang menjadi hak laki-laki, ia pun menjadi hak wanita.
Agamanya, hartanya, kehormatannya, akalnya dan jiwanya terjamin dan dilindungi
oleh syariat Islam sebagaimana kaum laki-laki.
4. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wanita memiliki hak atas
laki-laki, sebagaimana laki-laki memiliki hak atas mereka. Maka, hendaknya
masing-masing dari keduanya menunaikan hak yang lainnya dengan cara yang
makruf.”
TEMA HADITS YG BERKAITAN DNG AL
QUR'AN :
1. Cahaya Islam terbit menerangi kegelapan. Nabi Muhammad Saw menjamin
setiap hak manusia termasuk bagaimana
memperlakukan kaum wanita.
Allah SWT berfirman :
يٰۤـاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَحِلُّ
لَـكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ
كَرْهًا ۗ وَلَا
تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَاۤ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ
اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ
مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوْهُنَّ
بِالْمَعْرُوْفِ ۚ فَاِنْ
كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا
شَيْـئًـا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا
كَثِيْرًا
"Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi
perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka, karena
hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya,
kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah
dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka
bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah
menjadikan kebaikan yang banyak padanya."”(QS. An-Nisa' : 19)
2. Ada kesamaan hak antara laki-laki dan wanita di depan Allah SWT dalam hal amal kebajikan. Allah SWT berfirman
:
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ
الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ
اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ
الْجَـنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا
"Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun
perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan
mereka tidak dizalimi sedikit pun."
(QS. An-Nisa' : 124)
3. Kesetaraan bagi pria dan
wanita dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar.
Allah SWT berfirman :
وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ
ۘ يَأْمُرُوْنَ
بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ
ۗ اُولٰۤئِكَ
سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ
حَكِيْمٌ
"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian
mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang
makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat,
dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah SWT.
Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(QS. At-Taubah : 71)
4. Allah menjadikan manusia berpasangan dengan keturunan, disertai rezeki
yang baik, maka syukuri nikmat Allah SWT.
Allah SWT berfirman :
وَاللّٰهُ جَعَلَ لَـكُمْ مِّنْ
اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّ جَعَلَ لَـكُمْ
مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ
مِّنَ الطَّيِّبٰتِ
ۗ اَفَبِالْبَاطِلِ
يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَ
"Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari
jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta
memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan
mengingkari nikmat Allah?"
(QS. An-Nahl : 72)
5. Allah SWT menciptakan
pasangan untuk kita, agar kita merasa tenteram penuh cinta dan kasih sayang.
Allah SWT berfirman :
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ
لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا
لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ
مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ
فِيْ ذٰ لِكَ
لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan
pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Ar-Rum : 21)
SEMOGA MANFAAT...!!

Komentar
Posting Komentar