Ridho Dengan Ketetapan Allah !!
Alkisah.. pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq
al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah
semangka tersebut terasa hambar.
Dan sang isteri pun marah.
Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang
amarah istrinya itu. Setelah selesai didengarkan amarahnya, beliau bertanya
dengan halus:
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah? atau kepada
pembelinya? atau kepada petani yang menanamnya? ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka
itu?"
tanya Syeikh al-Imam Syaqiq,
Istri beliau terdiam.
Sembari tersenyum, Syeikh Syaqiq melanjutkan
perkataannya:
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu
kecuali yang terbaik...
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang
terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan
merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..! Maka sasaran
kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan
Semangka itu..!"
Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke
dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di
kedua pelupuk matanya...
Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan
ucapannya :
"Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa
yang sudah menjadi Ketetapan-Nya. Agar Allah SWT memberikan keberkahan pada
kita.”
Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun
sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridho dengan apa yang
telah Allah Subhanallohu Wa Ta'ala tetapkan.
Subhanallah..... semoga menjadi pembelajaran buat
kita... ðŸ˜

Komentar
Posting Komentar