Menyikapi Masa Tua




عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “أَعْمَارُ أُمَّتـِيْ مَا بَيــْنَ سِتِّيْنَ وَسَبْعِيْنَ. وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوْزُ ذَلِكَ

Dari Abu Hurairah ra, bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:
Usia umatku (umat Islam) antara 60 hingga 70 tahun. Dan sedikit dari mereka yang melewatinya.”
 (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. ShahîhulJami’ 1073)

PELAJARAN YG TERDAPAT DLM HADITS :

1. Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan :
"Bahwa seorang hamba ketika usianya semakin menua, akan kembali ke keadaan semula, keadaan yang lemah, lemah dalam pikiran dan lemah dalam kekuatan.
Tidakkah mereka memikirkan bahwa anak Adam itu lemah dalam segala aspek, maka hendaknya mereka memanfaatkan ucapan dan daya pikir mereka untuk taat kepada Rabb mereka.”

2. Perubahan fisik dan non-fisik yang terjadi pada seseorang pada masa tua pasti akan terjadi dan tidak mungkin dihindari dan dilawan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya?
Apakah seseorang akan memperoleh kesenangan dan kebahagiaan yang lebih ketika dianugerahi usia yang lebih panjang daripada kawan-kawan sebayanya? Apakah usia panjang tersebut
akan menjadi nikmat yang sebenarnya?
Yang diisi dengan kebajikan, amal shaleh dan ketaatan kepada Rabbnya Allah Azza wa Jalla.

 Rasulullah Saw pernah bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمُلُهُ

"Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
 (HR. At-Tirmidzi)

3. Maka, sudah sepatutnya siapa saja yang telah memasuki masa tua, hendaknya lebih besar komitmennya dengan ajaran-ajaran agama.

4. Karena telah dekat dengan kematian, sungguh aneh bila orang yang sudah berusia tua belum mau memperbaiki diri, bahkan perbuatan buruknya kian menjadi-jadi.

Tentang orang yang tidak menyadari usia tua yg dijalaninya, Nabi Saw telah menyampaikan sebuah peringatan dalam hadits berikut :

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ : شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

"Ada tiga golongan, Allah tidak berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat, tidak membersihkan mereka, dan tidak melihat kepada mereka. Dan bagi mereka siksa pedih, yaitu orang yang sudah tua tapi berzina, penguasa yang suka bohong, dan orang miskin yang sombong."
(Lihat HR. Muslim, Kitabul Iman No. 172)

TEMA HADITS YG BERKAITAN DNG AL QUR'AN :

1. Saat usia makin panjang, kita, dikembalikan dalam keadaan lemah seperti semula, agar kita mengerti :
Allah SWT berfirman :

وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُـنَكِّسْهُ فِى الْخَـلْقِ ۗ  اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ

"Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian (nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?" (QS. Ya-Sin : 68)

2. Setiap manusia mengalami perkembangan jasmani, mulai bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan selanjutnya tua, agar kita memahami.

Allah SWT berfirman :

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْۤا اَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُوْنُوْا شُيُوْخًا   ۗ  وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوْۤا اَجَلًا مُّسَمًّى وَّلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

"Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun. waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti." (QS. Ghafir : 67)

3. Umurmu telah dipanjangkan dan telah datang Pemberi Peringatan, Tetapi kamu tidak mau berpikir.

Allah SWT berfirman :
  
 ............. اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ  تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ النَّذِيْرُ ۗ  فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ

"Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun." (QS. Fatir : 37)

SEMOGA MANFAAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?

Istri : Mahram Apa Bukan?

Ulama Dikenal Karena Tulisannya (Karya Ilmiah)