Kisah Akhir Hayat Mustafa Kemal Attaturk yang Mengerikan
Anda tahu siapa itu Mustafa Kemal Attaturk? Dialah Presiden Pertama dari Republik Turki Sekuler. Dia-lah dalang di balik kacaunya Khilafah Utsmani sampai Khilafah Utsmani harus runtuh pada 3 Maret 1924. Dan ketika Mustafa Kemal Attaturk berkuasa di Turki, dia menjadi diktator pertama dalam dunia Islam.
Dia memerintah dengan tangan besi. Habis semua umat Islam
dalam genggaman tangannya. Tangannya berlumuran darah umat Islam yang
menghendaki agar Khilafah Utsmani kembali menghiasi bumi Islambul.
Mustafa Kemal juga yang menghapus segala bentuk hukuman
syariah. Dia yang menghapus hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi
pezina, hukum qishosh bagi pembunuh, lalu digantinya dengan hukuman penjara.
Tak hanya itu, Mustafa Kemal juga menghapus hukum waris,
menyamaratakan ahli waris laki-laki dengan ahli waris perempuan, menghapus
hukum hijab bagi muslimah, mengubah Masjid Aya Soffia menjadi museum, kalimat
adzan diganti menjadi bahasa Turki, menggalakkan minum minuman khamer di tempat
umum, dan menjadikan majelis-majelis ilmu kemudian menggantinya dengan
tempat-tempat lokalisasi pelacuran dan diskotik.
Tak hanya mengubah sistem pemerintahan Turki yang Islami
menjadi sekuler, Mustafa Kemal juga memiliki sifat sombong sebagaimana Fir'aun.
Dalam suatu kesempatan, Mustafa Kemal berpidato di hadapan para tentara eks
tentara Khilafah. Dalam pidatonya itu, Mustafa Kemal membanggakan dirinya,
dengan berkata, "Kini sekarang siapa yang berkuasa, aku atau Tuhan ?"
Dengan perasaan takut, para tentara itu serentak mengucapkan,"Andalah
paduka yang kami takutkan sekarang." Mendengar jawaban dari para tentara
itu, senyum kesombongan mengukir di bibir Mustafa Kemal.
Tapi semua itu berhenti ketika periode akhir Oktober 1938.
Saat itu, Mustafa Kemal awalnya menderita penyakit kulit. Namun, Mustafa Kemal
menderita penyakit tambahan, yakni malaria, lever, dan penyakit kelamin. Dokter
pribadinya pun memberi salep dan dioleskan di kulitnya yang luka karena garukan
dari kukunya. DR Abdullah 'Azzam dalam bukunya Al Manaratul Mafqudah, menjelaskan prosesi ajal Mustafa Kemal
Attaturk yang mengerikan.
Menurut DR Abdullah 'Azzam, sebuah cairan berkumpul di
perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya
tanpa henti. Untuk mengeluarkan cairan dalam tubuhnya, dokter pun menusuk jarum
di perutnya, tapi hasilnya perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak.
Wajahnya pun menjadi pucat pasi dan terlihat seperti tengkorak.
Mustafa Kemal, yang sedang sakit menderita itu,
kesehariannya dilingkupi rasa panas yang luar biasa. Bahkan, gatal-gatal dari
tubuhnya semakin menjadi-jadi, hingga dia merasa tak tahan lalu menjerit sampai
terdengar di seluruh istana.
Para pekerja istana, sangat ketakutan, ketika Mustafa Kemal
sudah menjerit karena kesakitan. Badannya yang panas, hingga melebihi suhu
normal, membuatnya tak mau masuk istana. Dia minta dibawa ke tengah-tengah laut
untuk menurunkan suhu tubuhnya. Tapi, suhu tubuhnya selalu naik, dan malah
tambah panas.
Syaikh DR Sayyid Husein Al Affani, dalam kitabnya Al Jaza Min Jinsil Amal, mengisahkan
bahwa sebenarnya Mustafa Kemal sudah mulai menderita kanker hati pada tahun
1936. Tapi, anehnya para dokter yang mendiagosa, baru mengetahui Mustafa Kemal
terkena kanker hati pada tahun 1938.
Dan puncaknya, pada pagi hari tanggal 10 November 1938,
Mustafa Kemal dinyatakan mati oleh tim dokter. Sakaratul maut yang amat
mengerikan bagi pengkhianat dan penghancur Khilafah Utsmani. Bahkan, ketika
akan proses pemakaman pun, para Ulama Turki menolak untuk menyalatkan jenazah
busuk Mustafa Kemal. Baru dihari ke 9, atas desakan dan permintaan dari adik
perempuan Mustafa Kemal, barulah para Ulama dan rakyat Turki mengkafani, menyalatkan,
dan menguburkan Mustafa Kemal.
Tapi, naas, ketika jenazahnya akan dimasukkan ke bumi,
jenazahnya terlempar ke atas. Para peziarah dibuat repot oleh hal ini, sehingga
para Ulama sepakat untuk menimbun jenazah Mustafa Kemal dengan bebatuan di
bukit di Ankara. Baru setelah 15 tahun matinya Mustafa Kemal, jenazahnya
kembali untuk dikubur. Tapi lagi-lagi, bumi menolak jenazah Mustafa Kemal.
Hingga akhirnya, jenazah Mustafa Kemal dimasukkan ke dalam museum Etnagrafi di
Ankara, Turki.
Jenazahnya ditimbun dengan bebatuan marmer yang bobotnya sampai
44 ton. Dan, jika Anda pergi ke museum Etnagrafi di Turki untuk melihat makam
Mustafa Kemal, para pemandu museum pasti akan menyemprotkan parfum yang paling
wangi ke pakaian Anda. Sebab, jika Anda sudah mendekati makam Mustafa Kemal,
pasti akan tercium bau yang lebih busuk dari bangkai. Pihak museum pun
mengakui, bahwa sumber bau busuk itu bukan dari WC atau septic tank yang bocor,
melainkan di areal makam Mustafa Kemal Attaturk.
Kisah ini memberikan i'tibar. Seperti kata beberapa Ulama,
kalau kamu benci dan mencoba menjegal sunnatullah,
maka kamu akan melawan Allah. Lihat, kematian yang mengerikan menimpa Mustafa
Kemal Attaturk, si penjegal dan penghancur Khilafah Utsmani. Aroma bau yang
terus keluar dari makam Mustafa Kemal, adalah cara Allah memperingatkan kepada
siapa saja, yang mencoba sombong dengan kekuasaannya dan melawan syariat-Nya,
maka dia akan mendapatkan kematian yang terhina !!!
Wallahu'alam basshowwab

Komentar
Posting Komentar