Istri Shalihah Mencintai Ilmu
Ingatlah bahwa salah satu tanda istri yang shalihah
adalah penuh perhatian dan cinta kepada ilmu. Bila sifat itu belum ada pada
istrimu maka doronglah ia kepadanya. Dan jika sudah, maka usahakanlah untuk
memberi kelapangan jalan untuk menuju ke sana. Memang, pada ilmu terdapat
kenikmatan dan pada kebodohan bersemayam segudang penderitaan.
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha telah memuji wanita Anshar
karena cinta mereka kepada ilmu.
Ia berkata : ”Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar.
Rasa malu tidak menghalangi mereka memperdalam agama.”
Karena itu bantulah ia dan berikanlah kesempatan serta
fasilitas untuk menambah khazanah ilmunya. Temanilah ia dan tidak ada salahnya
engkau menggantikan tugasnya menjaga anak-anak agar istrimu bisa menghadiri
majelis-majelis ilmu dan mendengarkan nasehat yang berharga.
Untuk memenuhi anjuran ini usahakan agar rumahmu ada
perpustakaan, meskipun sederhana. Milikilah sarana pengetahuan yang bervariasi,
seperti buku, radio, tape recorder ataupun CD-CD yang bermanfaat. Ingatlah,
semakin bertambah ketaqwaan dan keshalihan istrimu, maka engkaulah orang
pertama yang akan menikmatinya.
Sungguh mengherankan, jika ada suami yang sepertinya
merasa takut apabila istrinya lebih berilmu daripadanya. Ada juga suami yang
giat berda’wah dan menyebarkan ilmu di tengah masyarakat, sementara ia biarkan
istrinya hidup dalam kebodohan. Ia merana dan merugi serta tidak berkembang
pengetahuannya.
Apakah Rasulullah shalallaahi ‘alahi wassalaam memang
mengajari kita seperti itu? Sekali-kali tidak, bahkan beliau adalah sosok suami
yang memberikan perhatian penuh kepada keluarganya.
Beliau membagi waktunya, sebagian untuk Robb-Nya,
sebagian untuk keluarganya,dan sebagian lagi untuk ummatnya.
Rasulullah Shalallaahu ‘alahi wassalaam bersabda :
“Sesungguhnya istrimu punya hak atasmu, tamumu punya hak
atasmu dan jasadmu juga punya hak atasmu”.
Nabi shalallaahu ‘alahi wassalaam juga membenarkan ucapan
Salman yang berkata,
”Sesungguhnya Robbmu punya hak atasmu, dirimu punya hak
atasmu, keluargamu juga punya hak atasmu maka berikanlah setiap orang haknya.”
dari buku Surat Terbuka untuk Para Suami, Ustad Abu Ihsan
dan Ummu Ihsan, Pustaka Darul Ilmii.
Coppast @Lienna Ummu Tamara

Komentar
Posting Komentar