Ini Cara Sukses Berdagang seperti Rasulullah
Nabi
Muhammad diketahui sebagai utusan Allah yang menyampaikan wahyu di bumi. Selain
itu, Rasulullah juga dikenal piawai berdagang. Lantas, seperti apa cara Rasulullah berdagang?
Prinsip bisnis Rasulullah juga berdasarkan ilmu dagang dalam Al Quran. Bahkan, ia mengingatkan bahwa akan datang suatu zaman di mana orang tidak peduli dari mana harta itu datang.
Arab: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
Prinsip bisnis Rasulullah juga berdasarkan ilmu dagang dalam Al Quran. Bahkan, ia mengingatkan bahwa akan datang suatu zaman di mana orang tidak peduli dari mana harta itu datang.
Arab: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
Artinya: "Akan
datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka
mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram."
Berikut
cara Rasulullah berdagang yang dirangkum detikcom:
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari cara Rasul berdagang. Pertama melakukan segmentasi, kemudian menetapkan target pasar, dan positioning.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari cara Rasul berdagang. Pertama melakukan segmentasi, kemudian menetapkan target pasar, dan positioning.
Dikutip
dari NU Online, cara Rasulullah berdagang selalu membawa kesuksesan. Pasalnya, ia pintar dalam
memposisikan diri serta menghormati pelanggannya. Ia juga tidak pernah
mengecewakan pelanggannya.
Selain
itu, Rasulullah diketahui pintar dalam memasarkan dagangannya. Ia berdagang
dengan cara yang berbeda-beda, misalnya menjalin hubungan baik (silaturahmi)
dengan pelanggan, serta ekspansi usaha ke wilayah lainnya.
Kemudian, cara Rasulullah berdagang juga diketahui jujur. Ia tidak pernah menipu dalam mendeskripsikan barang, tidak bersumpah berlebihan, jujur dalam timbangan dan takaran, serta tidak memonopoli komoditas.
Nah, tertarik belajar cara Rasulullah beragang kan?
Kemudian, cara Rasulullah berdagang juga diketahui jujur. Ia tidak pernah menipu dalam mendeskripsikan barang, tidak bersumpah berlebihan, jujur dalam timbangan dan takaran, serta tidak memonopoli komoditas.
Nah, tertarik belajar cara Rasulullah beragang kan?

Komentar
Posting Komentar