Tips Hidup Bahagia Ala Sang Nenek


Bagaimana cara agar seorang Suami tertambat hatinya kepada seorang Istri hingga ia mampu menghormatinya?

Berikut ini sebuah wawancara Radio dengan seorang Nenek yang telah menghabiskan waktu 50 tahun bersama suaminya dalam keadaan bahagia....

Nenek itu ditanya reporter Radio tersebut  tentang tips kebahagiaannya yang bertahan selama 50 tahun.

“Apakah karena ia mahir menyediakan makanan ?
Atau karena cantik ?
Atau karena banyak memberikan keturunan ?
Atau karena yang lainnya ?”

Nenek itu menjawab :
“Berhasilnya kebahagiaan rumah tangga setelah adanya taufiq dari Allah, sekaligus ditentukan oleh istri itu sendiri. Seorang istri bisa membuat rumahnya menjadi syurga, dan mampu juga sebaliknya…
Janganlah Anda katakan karena harta,
Banyak wanita kaya yang sengsara karena suami mereka lari darinya.
Bukan juga karena banyaknya anak-anak, disana terdapat wanita yang mampu melahirkan 10 anak laki-laki, tetapi suaminya tidak mencintainya bahkan menceraikannya.
Banyak juga dari mereka yang mahir memasak, salah satu dari mereka memasak sepanjang hari, namun mereka mengadukan buruknya peringai suami.”

Reporter inipun heran ...
Kemudian ia bertanya, “Lantas apa rahasianya ?”

Sambil tersenyum nenek menjawab :
“Ketika suamiku marah, maka Aku diam dengan penuh penghormatan serta menundukkan kepala seakan penuh penyesalan.
Janganlah Anda diam disertai pandangan merendahkan, lelaki itu pintar, dia mampu mengetahui apa maksud pandangan anda.”

Lalu reporter itu bertanya lagi,
“Kenapa Anda tidak keluar saja dari kamar saat dia marah?”

Nenek menjawab :
“Oh..Jangan sampai itu terjadi … suami akan mengira Anda lari darinya dan tidak mau mendengarnya karena sering kali laki-laki itu bersifat egois.
Tapi diamlah, dan dengarkan apa yang dikatakannya sampai dia merasa puas dan tenang.
Setelah itu Aku bertanya kepadanya: sudah selesaikah?
Lalu Aku keluar … karena dia lelah dan butuh istirahat setelah berteriak.
Maka Aku keluar dari kamar kemudian melanjutkan tugas-tugas rumah..”

Reporter bertanya :
“Apa yang Anda kerjakan ?
Apakah Anda akan mendiamkannya dan tidak mengajaknya bicara selama satu minggu atau lebih ?”

Lalu nenek menjawab : “Tidak … jauhi hal tersebut. Itu adalah kebiasaan buruk yang bagaikan pisau bermata dua .. ketika anda memutuskan suamimu selama satu minggu padahal ia mau berdamai denganmu, maka dia akan kembali seperti dulu. Bahkan terkadang dia akan menghilangkan kesempatan berdamai sehingga akan semakin keras.”

Kemudian reporter kembali bertanya :
“Lantas apa yang Engkau lakukan ?”

Nenek menjawab :
“Setelah selang dua jam atau lebih, Aku suguhkan segelas jus buah atau secangkir kopi, lalu sambil tersenyum aku berkata : ‘Silakan diminum..., karena memang dia membutuhkannya. Aku bertutur kata dengan gaya dan sikap seperti  biasa.
Lalu suamiku bertanya kepadaku :
‘Apa Engkau marah kepadaku?’
Aku menjawab : ‘Tidak !’
Maka dia pun akan memulai meminta maaf atas ucapannya yang kasar, dan memperdengarkanku dengan bahasa yang lembut.’”

Reporter bertanya:
“Apakah Anda percaya ?”

Nenek menjawab : “Tentu, karena Aku mengharuskan diriku untuk percaya dan tidak bodoh.
Apakah Anda ingin Aku membenarkan ucapannya ketika dia marah dan tidak mempercayainya ketika dia tenang ?”

Lalu reporter bertanya :
“Kalau begitu, di mana kehormatan dan wibawamu sebagai istri ? Anda kan juga punya hak dalam keluarga ?”

Nenek menjawab :
“Kehormatan ada dalam keridhaan suamiku kepadaku dan keharmonisan di antara kami.
Sebenarnya tidak ada kewibawaan antara pasangan suami-istri ..
Wibawa yang mana?!...
Padahal Aku telah membuka seluruh pakaianku di hadapannya …”

Subhanallah...

Tahukah anda,
Apabila seorang wanita tercipta menjadi burung, maka ia laksana burung merak yang indah.

Apabila ia tercipta menjadi hewan, maka ia laksana kijang yang lincah.

Apabila ia tercipta menjadi serangga, maka ia laksana kupu-kupu yang menakjubkan.

Namun karena ia tercipta menjadi manusia, maka ia pun dicintai, menjadi istri atau ibu yang mengagumkan, serta menjadi nikmat terbesar bagi seorang laki-laki yang baik di muka bumi.

Kalaulah wanita bukan sesuatu yang agung, maka Allah pun tidak akan menciptakan dari jenisnya bidadari sebagai pendamping orang mukmin di syurga kelak….

Bukti bahwa wanita itu lemah tapi kuat namun lemah dalam kekuatannya, bahwa dengan sekuntum mawar akan membuatnya senang, dan dengan sebuah kalimat bisa membuatnya mati.

Yang mengagumkan dari wanita adalah:
Masa kecilnya .......... membuka pintu syurga untuk ayahnya...

Masa dewasanya ............. menyempurnakan agama suaminya…

Masa keibuannya .......... syurga berada pada kedua telapak kakinya…

(Silahkan dishare, semoga bermanfaat...!!)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?

Menuduh Ibnu Taimiyyah Klenik

Ketika Rasulullah SAW Sedih, Marah dan Melaknat