15 Kewajiban Suami Terhadap Ibu Kandungnya
Banyak anak laki2 setelah menikah lebih fokus mengurus istri dan
anak2nya, dibanding mengurus ibunya sendiri. Padahal anak laki2 sampai kapanpun
milik ibunya. Sedangkan anak perempuan milik suaminya.
I5 hal yang tetap harus dilakukan anak laki-laki yang sudah menikah :
1. Berbakti pada ibunya
“Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia
orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14)
Seorang laki-laki yang telah menikah seringkali mengesampingkan bahkan
melupakan ibunya hanya karena ia sudah memiliki istri cantik. Naudzubillah.
Janganlah berbuat seperti demikian. Sebab kewajiban anak laki-laki untuk
berbakti kepada ibunya tetap berjalan meskipun ia telah menikah. Anak laki-laki
harus memperhatikan ibunya, memenuhi kebutuhannya dan tentu saja menjalankan
apa yang disuruh ibunya (selama itu sesuai syariat agama dan tidak menyimpang
2. Menyayangi dengan sepenuh
hati
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan
dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka
berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al Israa’: 24)
Perjuangan seorang ibu untuk membesarkan anaknya tidaklah mudah. Maka
itu, anak wajib membalas kebaikan-kebaikan ibunya ketika ia telah dewasa. Salah
satunya dengan cara menyayangi. Bahkan walau sudah menikah, anak laki-laki
tetap berkewajiban mencintai ibunya melebihi cinta kepada istrinya. Apabila hal
ini memicu rasa iri di hati istri, cobalah berikan pengertian kepadanya bahwa
ibu adalah hal yang utama dalam islam. Sebisa mungkin, berusahalah menciptakan
kedamaian di antara istri dan ibumu.
3. Menghormati dan sopan
Menghormati juga merupakan kewajiban anak laki-laki terhadap ibunya
setelah menikah. Anak diperintahkan untuk bertutuk kata yang sopan kepada orang
tua. Apabila orang tua melakukan kesalahan, seorang anak tidak boleh
membentaknya. Ingatkan mereka dengan ucapan yang lembut. Dan sebagai suami,
bimbinglah istrimu untuk turut menghormati ibumu. Sebab bagi seorang istri,
mertua adalah ibunya. Jadi harus dihormati dan disayangi layaknya ibu sendiri.
Itulah ciri-ciri istri shalehah.
4. Bersikap terhadap nafkah ibu adil
dan istri
Perihal masalah menafkahi, hal ini seringkali menjadi pemicu konflik
dalam keluarga. Siapakah yang harus didahulukan oleh suami? Kebutuhan istri dan
anak-anak atau kebutuhan ibunya? Islam memang mewajibkan seorang suami untuk
menafkahi istri secara lahir dan batin. Dan jika kebutuhan pokok istri telah
tercukupi, suami harus memenuhi kebutuhan ibunya. Ingatlah bahwa seorang anak
tidak boleh menelantarkan ibunya. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist:
Diriwayatkan bahwa Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah Saw, ”Siapakah
yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya.” (apabila
sudah menikah). Aisyah ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang
laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya.” (HR.Muslim)
Seorang istri yang melarang suaminya memberikan nafkah kepada mertua,
maka perbuatan itu bisa jadi memicu dosa. Namun apabila ia turut merelakannya
insyaAllah rezeki suaminya bertambah dan ia memperoleh pahala.
5. Merawat dengan baik
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-
tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua
orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (Q.S Luqman:14)
Perintah untuk berbuat baik dan merawat orang tua telah dituliskan
secara jelas dalam Al-Quran. Sebagai seorang anak, kita wajib merawat orang tua
yang telah lanjut usia. Jangan malah mengirimkannya ke panti jompo. perlakukan
orang tua dengan baik, sayangi mereka, berikan tempat tinggal yang layak.
Apabila kondisi mereka sudah lemah dan tidak ada yang merawatnya, cobalah
berbicara dengan istri untuk mengajak orang tua tinggal bersama-sama dalam satu
rumah.
6. Mematuhi perintah ibunya
Anak laki-laki yang telah menikah masih wajib mematuhi perintah ibunya.
Selama si ibu tidak menyuruh melakukan hal-hal yang dilarang Islam (seperti
berbuat maksiat) atau perbuatan jahat lainnya maka anak harus mentaati perintah
tersebut. Namun apabila istri tidak menyetujuinya, cobalah bertanya alasan
mengapa ia tak setuju. Diskusikan baik-baik dengan istri. Dan cobalah berikan
pengetian kepada istri tentang ajaran-ajaran islam yang menjelaskan tata cara
berperilaku terhadap orang tua.
7. Memperhatikan kondisi ibunya
Perhatian seorang laki-laki setelah menikah tidak hanya diberikan
kepada istri dan anak-anaknya saja, tapi ibunya juga wajib menerima perhatian
tersebut. Jangan sampai kebersamaan dengan istri melupakan akan keberadaan
seorang ibu. Jenguklah ibu sesering mungkin. Berikan apa yang dibutuhkan
walaupun seorang ibu mungkin tidak memintanya karena “tidak enak” dan takut
merepotkan. Menjadi anak laki-laki haruslah bisa berbuat adil antara ibu dan
istri. Jangan menyakiti hati keduanya dan berusahalah untuk membahagiakan
mereka.
7. Mengajak istri untuk menjaga
ibunya
Semakin bertambah usia, kekuatan orang tua akan semakin menurun. Bahkan
diantara mereka ada yang bersikap layaknya anak kecil dan menjadi pikun. Di
saat seperti itu, anak laki-laki tidak boleh meninggalkan orang tuanya
sendirian. Ia wajib menjaga dan merawat mereka. Apabila anak laki-laki tersebut
sibuk dan memiliki banyak pekerjaan, maka ia harus menyuruh istri untuk menjaga
orang tuanya. Tentunya istri juga harus bersabar. Sebab ketika ia memutuskan
menikah secara tak langsung berarti orang tua si laki-laki akan menjadi orang
tuanya. Maka wajib bagi dirinya untuk menjaga mertua.
8. Menjaga aib ibunya
Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam hidup anaknya. Sejelek
apapun sikap ibu, mungkin ia pernah khilaf atau melakukan perbuatan yang
memalukan, seorang anak tidak boleh mengumbar aib ibunya di hadapan orang lain
termasuk istrinya. Anak laki-laki yang sholeh harus bisa melindungi nama baik
keluarganya. Apabila ada masalah dan pertikaian, sebaiknya diselesaikan secara
pribadi dengan pikiran tenang dan memperbanyak berdoa meminta petunjuk Allah
SWT.
9. Mendoakan ibunya
Sebagai umat muslim, kita diperintahkan untuk selalu mendoakan orang
tua baik di masa hidupnya ataupun ketika mereka telah meninggal. Meskipun
seorang anak telah menikah dan menemukan kebahagiaanya, mereka tidak boleh lupa
mendoakannya orang tuanya. Sebab orang tua yang telah mengasuh sejak kecil.
Maka itu sebisa mungkin doakanlah mereka setiap selesai sholat dan diantara
waktu adzan-iqomah. Dengan doa yang telah diajarkan rasulullah Saw, yaitu:
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ
صَغِيْرَا
"Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka
seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”
10. Menasehati dengan baik
apabila ibunya berbuat salah
Ada kalanya dimana orang tua bersikap egois, entah karena faktor usia
atau keadaan. Namun apapun alasannya, sebagai seorang anak sangat dilarang
membentak orang tua. Apabila orang tua melakukan sesuatu yang salah, mungkin
menyakiti hati menantunya maka tugas anak laki-laki adalah menasehati orang tua
cara halus. Jangan mengatakan ucapan kasar kepada orang tua karena hal itu
dimurkai Allah SWT. Sebagaimana firmannya dalam surat Al-israa’ ayat 23 yang
artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain
Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut
dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
kepada mereka perkataan yang mulia.” (Q.S Al Israa’:23
11. Melindungi ibunya
Seorang ibu berhak mendapatkan perlindungan dari anak laki-lakinya,
sekalipun anak tersebut telah menikah. Siapa lagi yang mau melindungi orang tua
kalau bukan anaknya? Toh, seorang anak menjadi tumbuh dewasa dan sukses juga
berkat orang tuanya. Jadi mereka wajib meringankan beban ibunya, yang berarti
memenuhi kebutuhannya, menjaganya dari orang-orang jahat, memastikan ia tinggal
di tempat yang aman, segera datang apabila ia membutuhkan bantuan nya
12. Senantiasa mengingatkan
perihal ibadah
Tugas seorang anak kepada orang tua tidak sekedar memberikan
kebahagiaan, uang dan kasih sayang. Tapi juga menjaga mereka agar tetap di
jalan Allah SWT agar kelak bisa berkumpul bersama di surga. Apabila orang tua
sempat belok jalannya, melakukan maksiat atau mungkin lupa beribadah, anak
wajib memperingatkannya dengan cara yang baik. Dengan memberikannya nasehat
tentang ilmu-ilmu agama berarti kita telah menyelamatkannya dari api neraka.
Namun sekali lagi, lakukan itu dengan cara yang sangat lembut dan sopan.
Allah SWT berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya: “Jagalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.”
(QS. At tahrim :6)
13. Memuliakan dan membahagiakan
ibunya
Anak perempuan yang telah menikah maka kebahagiaanya menjadi tugas
suaminya. Sedangkan kebahagiaan ibu menjadi tanggung jawab anak-anaknya,
khusunya anak laki-laki. Jangan sampai menelantarkan ibu! Anak laki-laki wajib
memuliakan ibunya, memberikan perhatian, menyayangi dan memenuhi segala
kebutuhannya.
14. Menjaga perasaan ibu
Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah tergantung pada ridha
orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”
15. Menentramkan hatinya
Ridha Allah SWT berada di tangan orang tua. Maka itu, sebagai anak
wajib menghormati orang tuanya. Menjaga perasaan orang tua juga perlu
dilakukan. Anak tidak boleh menyakiti hati orang tuanya. Sebisa mungkin
tunjukanlah senyum terindah saat bertemu orang tua. Berucap dengan kata-kata
sopan dan selalu menentramkan hatinya.
Demikianlah beberapa kewajiban anak laki-laki terhadap ibunya setelah
menikah.

Komentar
Posting Komentar