Sedekah, Lebih Utama Secara Sembunyi atau Terang-Terangan?


Pertanyaan :

Seorang laki-laki berkata : “Saya memiliki 2 orang teman, salah satu di antara keduanya bersedekah dengan sesuatu yang sedikit atau banyak, akan tetapi ia melakukannya dengan sembunyi-sembunyi sampai-sampai tidak diketahui oleh orang lain. Sedangkan teman yang lain, bersedekah dengan terang-terangan dan tidak peduli dengannya, serta saya mengetahui dari sifatnya mengenai kejujuran niatnya, ikhlas, serta jauh dari perbuatan riya’. Maka manakah yang lebih utama, menampakkan sedekah atau menyembunyikannya? Mohon beri kami fatwa, semoga Alloh memberikan pahala kepada anda.

Jawaban :

Pada asalnya bersedekah dengan sembunyi-sembunyi itu lebih utama. Berdasarkan firman Allah ta’ala :
إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيرٌ لَّكُمْ

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 271)

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairoh –rodhiallahu’anhu– dari Nabi –shollallahu ‘alaihi wasallam– ia bersabda :
سبعة يظلهم الله في ظله، يوم لا ظل إلا ظله…”، وذكر منهم: “ورجل تصدق بصدقة فأخفاها؛ حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya …(dan disebutkan salah satu dari mereka)… dan laki-laki yang bersedekah kemudian menyembunyikan sedekahnya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (Muttafaq ‘alaih)

Ini adalah hukum asal dari sedekah, bahwa menyembunyikannya lebih utama. Akan tetapi jika terdapat manfaat yang lebih besar dengan menampakkannya, seperti contohnya (pada masalah zakat) jika dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, maka akan terdapat prasangka buruk, yaitu dianggap tidak membayarkan zakat. Atau manusia akan mencontoh untuk bersedekah jika menampakkan zakatnya, maka hal tersebut termasuk dalam makna hadits

من سنّ سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها إلى يوم القيامة

Barangsiapa yang membuat contoh yang baik, maka dia akan mendapatkan pahala dan pahala orang yang beramal dengannya sampai hari kiamat.” 

Dan yang serupa dengan itu dari amal-amal sholeh lainnya. Maka pada keadaan seperti itu, menampakkan sedekah adalah lebih utama. 


Manfaat Sedekah Secara Terang-Terangan
Sahabat, benar bahwa menyembunyikan sedekah lebih utama, namun Allah tak pernah melarang hambaNya yang bersedekah secara terang-terangan.
Begitu banyak ayat yang menyebutkan kebaikan dari sedekah sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, karena pada keduanya tersimpan pahala luar biasa. Sehingga tak layak bagi kita bersu’udzon pada muslim yang memperlihatkan sedekahnya bahwa mereka melakukan demikian karena ingin pamer.
Bagaimanapun ikhlas dan pamer (riya’) adalah pekerjaan hati yang amat halus, bukan hak manusia untuk menilainya. Terlebih lagi, Allah tidak mengharamkan sedekah dengan terang-terangan:
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al Baqarah: 274)
Berikut ini beberapa manfaat bersedekah secara terang-terangan yang perlu diketahui:
1. Mencontohkan sekaligus mengajak orang lain untuk turut bersedekah.
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: 'Tuhanku telah memuliakanku.' Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: 'Tuhanku menghinakanku.' Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin.” (QS. Al Fajr :15-18 )
Bagaimana cara mengajak orang lain melakukan suatu kebaikan tanpa mencontohkannya terlebih dahulu? Mencontohkan merupakan cara terbaik untuk mengajak.
Misal, mau mengajak orang menyumbang banyak untuk wakaf masjid, maka sebisa mungkin diri kita terlebih dahulu yang melakukannya. Sederhana bukan?
2. Sedekah terang-terangan dapat mencegah perkataan buruk orang-orang yang suka menghina dan mencela.
“Iih, orang kaya tapi kok tak pernah sedekah! Sungguh memalukan!”
Bukannya bersedekah karena tak ingin dihina atau digunjing orang, akan tetapi kita juga punya kewajiban untuk menolong orang yang berbuat zalim, bukankah mencegah orang yang suka mencela dari perbuatan mencela adalah termasuk kebaikan?
“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim atau yang dizalimi, maka seorang laki-laki berkata: wahai Rasulullah aku menolongnya jika dia dizalimi, apa pendapat anda jika ia berbuat zalim, bagaimana aku menolongnya? Rasulullah menjawab: menghalangi atau mencegahnya dari kezaliman, begitulah menolongnya.” (HR. Tirmidzi)
Sedekah terang-terangan in syaa Allah bisa mencegah diri dari celaan orang yang suka mencela.
3. Wujud syukur atas karunia Allah.
Sedekah terang-terangan yang dilakukan dengan ikhlas bisa menjadi wujud syukur atas karunia yang Allah berikan pada diri kita.
Lalu, apalagi yang membuat kita ragu atau takut dalam bersedekah? Baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan?
”Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (QS. Ar Ra’du : 22)

Semoga Allah memberikan kita kemampuan untuk senantiasa menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Aamiin...!!

Sumber: 
1. Artikel Muslim.or.id
2. Artikel Tabungwakaf.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulama Kok Tidak Bisa Bahasa Arab?

Istri : Mahram Apa Bukan?

Ulama Dikenal Karena Tulisannya (Karya Ilmiah)